Senin, 08 Juni 2015

ANALISIS PERUBAHAN POLA KONSUMSI KONSUMEN

Kebetulan Akhir semester banyak tugas nih,, :) ini salah satu tugas buat mata kuliah "Prilaku Konsumen"


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perilaku konsumsi konsumen masyarakat menunjukkan perilaku masyarakat dalam jangka panjang terhadap alokasi pendapatannya untuk melakukan konsumsi yang di dalamnya meliputi berapa besar pendapatan mereka yang dialokasikan untuk konsumsi dan pola hasrat untuk mengkonsumsi. Dalam usaha mengalokasikan pendapatannya untuk konsumsi tersebut, konsumen akan dihadapkan pada proses membuat keputusan terhadap produk atau jasa yang akan dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencapai kepuasan. Pada kondisi inilah sebenarnya perilaku konsumen sudah mulai berjalan. Sehingga perilaku beli konsumen atau disebut perilaku konsumen, bukanlah suatu perkara kecil karena setiap anggota masyarakat merupakan konsumen. Sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 1998, keadaan demografi konsumen, khususnya pendapatan masyarakat mengalami perubahan. Perubahan tersebut tentu akan mempengaruhi gaya hidup. Hermawan Kertajaya mengatakan, bahwa krisis ekonomi di Indonesia telah mengelompokkan konsumen Indonesia ke dalam tiga segmen. Pertama, segmen konsumen Dumb. Kelompok konsumen ini adalah konsumen yang dalam pengambilan keputusan pembelian hanya memperhatikan harga. Produk dengan harga murah menjadi incaran segmen ini. Kedua, segmen Snob. Segmen ini sangat mengutamakan kualitas produk, dan Ketiga, segmen Smart, yang dikatakannya sebagai segmen yang mengutamakan nilai (value). Value tersebut, oleh Hermawan diartikan sebagai perbandingan antara manfaat (benefit) dan biaya yang harus dikeluarkan konsumen untuk menikmati manfaat tersebut (Maulana, 1999). Pola konsumsi sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumsi konsumen dalam jangka panjang. Perilaku konsumsi konsumen ini yang akan dijadikan dasar dalam mencari pola konsumsi saat ini. Pola konsumsi masyarakat ini pada akhirnya akan berpengaruh pada kondisi ekonomi makro, seperti pendapatan masyarakat.

B.    Permasalahan
Bagaimana Perubahan Pola Konsumsi Konsumen?

C.    Tujuan
Mengetahui Perubahan Pola Konsumsi Konsumen

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pola Konsumsi
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen. kecenderungan mengkonsumsi disebut POLA KONSUMSI.
Menurut Dumairy (1996:114) menyatakan bahwa Konsumsi adalah bagian dari pendapatan yang dibelanjakan. 
Menurut Samuelson dan Nordhaus (1995: 123) mendefinisikan konsumsi rumah tangga adalah pengeluaran untuk pembelian barang-barang dan jasa akhir guna mendapatkan kepuasan ataupun memenuhi kebutuhannya. Menurut Dumairy (1996:117) menyatakan bahwa : Pengeluaran untuk makanan terdiri atas padi-padian,umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayur-mayur, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, bahan minuman, bumbuan, bahan pangan, makanan jadi, minuman beralkohol, tembakau dan sirih. Sedangkan pengeluaran bukan makanan  tediri atas perumahan dan bahan baker, aneka barang dan jasa (bahan perawatan badan, bacaan, komunikasi, kendaraan bermotor, transportasi, pembantu, dan sopir), biaya kesehatan, pakaian, alas kaki, tutup kepala, barang tahan lama, pajak dan premi asuransi, keperluan pesta dan upacara. Pola konsumsi menurut Samuelson (Makroekonomi: 2002) Dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah ada dua keluarga yang menggunakan uang mereka dengan cara yang tepat sama.  Pola konsumsi dapat dikenali berdasarkan alokasi penggunaannya. Untuk keperluan analisis, secara garis besar alokasi pengeluaran konsumsi masyarakat digolongkan dalam dua kelompok penggunaan, yauti pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran untuk non- makanan.
Perbandingan besar pengeluaran perkapita penduduk perkotaan terhadap penduduk pedesaan cenderung konstan tahun demi tahun . Pengeluaran rata-rata orang kota selalu dua kalilipat pengeluaran orang desa. Perbandingan pola pengeluarannya juga demikan. Alokasi pengeluaran untuk makanan di kalangan orang desa lebih besar dibandingkan orang kota. 

B. Kelompok Pola Konsumsi
Dalam membedakan pola konsumsi secara umum, kita pisahkan konsumen dalam tiga kategori besar. Pemisahan ini sudah cukup mampu menjadi gambaran bagi anda untuk mengkonsep layanan anda sehingga laku dipasaran.
1. Konsumen Menengah Kebawah
Pola konsumsi kategori ini  sesuai dengan kapasitas ekonomi kalangan ini yang terbatas. Mereka cenderung mencari produk dengan harga rendah, tentu dengan kesadaran penuh kalau mereka tidak bisa menuntut produk terbaik dengan harga tersebut. Selain itu kebutuhan mereka lebih terbatas hanya pada hal hal seputar dengan kebutuhan sehari hari.
Untuk target ini, anda bisa mengupayakan penghematan biaya produksi seefisien mungkin, demi bisa memberikan harga yang tetap miring namun anda dapat meraih keuntungan yang cukup. Namun upayakan anda tetap mampu memberikan kualitas yang baik, terlebih jika anda mampu memberi produk yang seakan akan berharga mahal.
2. Konsumen Menengah keatas
Pola konsumsi kelompok ini jauh lebih leluasa dari kelompok sebelumnya. Kelompok ini memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, sehingga standar kebutuhan mereka juga lebih kompleks. Pada kalangan ini  mereka mulai mencari layanan tambahan seperti hiburan, investasi DLL.
Pola konsumsi kategori ini juga lebih siap dengan harga yang lebih tinggi, tentu dengan produk yang diharapkan lebih baik. Namun mereka sangat vokal dengan produk yang mengecewakan. Karenanya anda harus peka dengan kebutuhan mereka dan layanan yang anda berikan.
3. Konsumen Luxury
Kelompok ini memiliki kekuatan finansial yang sangat baik, sehingga pola konsumsi mereka sangat khusus. Mereka sanggup membeli dengan harga sangat tinggi, namun mereka menuntut untuk mendapat layanan terbaik.
Terkadang mereka mendapat layanan VIP karena daya beli mereka, seperti meja khusus, ruang khusus atau bahkan acara khusus. Untuk melayani mereka, anda harus memahami bahwa anda harus mengeluarkan semua upaya untuk memperoleh produk dengan kualitas terbaik, sekali mereka kecewa mereka akan mengajak relasi mereka untuk meninggalkan anda. Begitulah pola konsumsi mereka

C. Faktor yang memepengaruhi konsumsi konsumen
• Penyebab Faktor Ekonomi
1. Pendapatan
Pendapatan yang meningkat tentu saja biasanya otomatis diikuti dengan peningkatan pengeluaran konsumsi. Contoh : seseorang yang tadinya makan nasi aking ketika mendapat pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar akan meninggalkan nasi aking menjadi nasi beras rajalele. Orang yang tadinya makan sehari dua kali bisa jadi 3 kali ketika dapat tunjangan tambahan dari pabrik.
2. Kekayaan
Orang kaya yang punya banya aset riil biasanya memiliki pengeluaran konsumsi yang besar. Contonya seperti seseorang yang memiliki banyak rumah kontrakan dan rumah kost biasanya akan memiliki banyak uang tanpa harus banyak bekerja. Dengan demikian orang tersebut dapat membeli banyak barang dan jasa karena punya banyak pemasukan dari hartanya.
3. Tingkat Bunga
Bunga bank yang tinggi akan mengurangi tingkat konsumsi yang tinggi karena orang lebih tertarik menabung di bank dengan bunga tetap tabungan atau deposito yang tinggi dibanding dengan membelanjakan banyak uang.
4. Perkiraan Masa Depan
Orang yang was-was tentang nasibnya di masa yang akan datang akan menekan konsumsi. Biasanya seperti orang yang mau pensiun, punya anak yang butuh biaya sekolah, ada yang sakit buatuh banyak biaya perobatan, dan lain sebagainya.

• Penyebab Faktor Demografi
1. Komposisi Penduduk
Dalam suatu wilayah jika jumlah orang yang usia kerja produktif banyak maka konsumsinya akan tinggi. Bila yang tinggal di kota ada banyak maka konsumsi suatu daerah akan tinggi juga. Bila tingkat pendidikan sumber daya manusia di wilayah itu tinggi-tinggi maka biasanya pengeluaran wilayah tersebut menjadi tinggi.
2. Jumlah Penduduk
Jika suatu daerah jumlah orangnya sedikit sekali maka biasanya konsumsinya sedikit. Jika orangnya ada sangat banyak maka konsumsinya sangat banyak pula.

• Penyebab / Faktor Lain
1. Kebiasaan Adat Sosial Budaya
Suatu kebiasaan di suatu wilayah dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Di daerah yang memegang teguh adat istiadat untuk hidup sederhana biasanya akan memiliki tingkat konsumsi yang kecil. Sedangkan daerah yang memiliki kebiasaan gemar pesta adat biasanya memeiliki pengeluaran yang besar.
2. Gaya Hidup Seseorang
Seseorang yang berpenghasilan rendah dapat memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi jika orang itu menyukai gaya hidup yang mewah dan gemar berhutang baik kepada orang lain maupun dengan kartu kredit.

Menurut J. M Keynes, tingkat konsumsi seseorang atau rumah tangga ditentukan oleh pendapatannya. Lalu, apakah ada faktor lain yang mempengaruhi konsumsi?
• Faktor Objektif, yaitu faktor yang secara umum diakui sebagai faktor yang
mempengaruhi konsumsi. Factor Objektif dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Harga
Keynes mengatakan bahwa perubahan harga yang cukup besar akan menyebabkan perubahan daya beli masyarakat yang besar pula. Artinya, naik turunnya tingkat harga umum yang cukup besar akan mengubah pendapatan rill dan nilai rill uang yang cukup besar pula.
2. Kebijakan Fiskal
Salah satu instrument kebijakan fiskal , yaitu pajak sangat mempengaruhi besarnya pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Semakin besar tarif pajak yang berlaku terhadap barang dan jasa, semakin tinggi harga tersebut. Artinya, pendapatan rill masyarakat menurun sehingga konsumsi mereka pun menurun.
3. Suku Bunga
Faktor yang menarik sesorang untuk menabung atau investasi adalah suku bunga. Semakin besar suku bunga tabungan, semakin besar pula imbalan jasa yang diberikan oleh bank. Jadi, besar kecilnya suku bunga akan mempengaruhi keputusan konsumsi seseorang.
• Faktor Subjektif
Faktor yang berasal dari kondisi yang dialami oleh setiap orang. Faktor subjektif tidak selalu mempunyai pengaruh yang sama pada setiap orang. Faktor Subjektif dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Sikap hati-hati
Seorang konsumen berusaha untuk lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya dengan cara mengurangi konsumsi dengan menyisihkan sebagian pendapatnnya untuk menghadapi kesulitan di masa yang akan datang.
2. Kekayaan (wariasan) yang dimiliki
Menurut Keynes, seseorang yang mempunyai kekayaan dari warisan atau tabungan akan menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk konsumsi. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki kekayaan dari warisan atau tabungan akan lebih memilih untuk menyisihkan pendapatannya ke dalam tabungan. Dengan tujuan memperoleh kekayaan yang lebih besar atau untuk persiapan di masa mendatang.
Pengertian dan Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat Konsumsi merupakan kegiatan manusia dalam penggunaan barang dan jasa untuk mengurangi atau menghabiskan daya guna atau manfaat suatu barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

Beberapa factor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang yaitu:
1. Tingkat Pendapatan
Pendapatan merupakan suatu balas jasa dari seseorang atas tenaga atau pikiran yang telah disumbangkan, biasanya berupa upah atau gaji. Makin tinggi pendapatan seseorang makin tinggi pula daya belinya dan semakin beraneka ragam kebutuhan yang harus dipenuhi, dan sebaliknya.
2. Tingkat Pendidikan
Makin tinggi pendidikan seseorang makin tinggi pula kebutuhan yang ingin dipenuhinya. Contohnya seorang sarjana lebih membutuhkan computer dibandingkan seseorang lulusan sekolah dasar.
3. Tingkat Kebutuhan
Kebutuhan setiap orang berbbeda-beda. Seseorang yang tinggal di kota daya belinya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang tinggal di desa.
4. Kebiasaan Masyarakat
Di zaman yang serba modern muncul kecenderungan konsumerisme didalam masyarakat. Penerapan pola hidup ekonomis yaitu dengan membeli barang dan jasa yang benar-benar dibutuhkan, maka secara tidak langsung telah meningkatkan kesejahteraan hidup.
5. Harga Barang
Jika harga barang naik maka daya beli konsumen cenderung menurun sedangkan jika harga barang dan jasa turun maka daya beli konsumen akan naik. Hal ini sesuai dengan hokum permintaan.
6. Mode
Barang-barang yang baru menjadi mode dalam masyarakat biasanya akan laku keras di pasar sehingga konsumsi bertambah. Dengan demikian mode dapat mempengaruhi konsumsi.

Manusia senantiasa berusaha untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya dan mencapai tingkat kemakmuran dengan memenuhi berbagai macam kebutuhannya. Usaha itu dilakukan dengan mengkonsumsi barang dan jasa yang dibutuhkan. 
Tujuan konsumsi antara lain:
1. Pendapatan seseorang tidak semuanya dihabiskan untuk konsumsi.
2. Konsumsi akan menciptakan tingkat permintaan masyarakat.
3. Konsumsi dapat memenuhi kebutuhan nilai ganda pada seseorang.
4. Konsumsi dapat memenuhi kepuasan seseorang.

D. Prilaku Konsumen dalam Berbelanja
1. Prilaku konsumen rasional
prilaku konsumen yang didasari oleh proses rasional dalam mengkonsumsi suatu produk. Suatu pembelian dikatakan rasional apabila :
• Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
• Mutu produk terjamin
• Produk tersebut benar-benar dibutuhkan oleh konsumen
• Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen
2. Prilaku konsumen tidak rasional
sebuah tindakan dalam berbelanja dikatakan tidak irasional bila seorang konsumen memutuskan untuk membeli barang tanpa pertimbangan yang baik.
• Membeli karena tertarik iklan
• Membeli hanya karena merknya yang terkenal
• Membeli karena memperoleh bonus atau diskon
• Konsumsi hanya untuk pamer atau gengsi, bukan karena kebutuhan sang konsumen
Rasional atau tidaknya si konsumen dalam melakukan konsumsi sangat dipengaruhi oleh :
• Pendidikan
• Kedewasaan
• Kematangan emosional

E. Penyebab Perubahan Perilaku Konsumsi Konsumen di Indonesia
1. Pertumbuhan Penduduk
Dari tahun ke tahun pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin bertambah sekitar pada tahun 1970 pertumbuhan penduduk berkisar 140 Juta jiwa lalu 30 tahun kemudian tumbuh 80 Juta jiwa yang mayoritas masyarakat menengah bawah dengan nutrisi rendah, kesehatan rentan, dan pendidikan mutunya rendah, sehingga terjadi peningkatan 220 Juta jiwa di tahun 2000, dan yang lebih buruknya pada tahun 2010 peningkatan  sangat besar terjadi menjadi 233,4 Juta jiwa rata-rata peningkatan pertahun kurang lebih sekitar 60 Juta jiwa usia Produktif yang mutu SDM nya rendah, mudah marah (amukan / tawuran), dan daya nalarnya rendah. Dan diprediksi akan terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk sekitar 82 juta jiwa 20 tahun mendatang dan akan semakin meningkat dan meningkat jika tidak ditanggulangi. Hal ini akan sangat berpengaruh air bersih yang semakin langka, sampah dan polusi bertambah, kebutuhan energi bertambah, Pangan terbatas, ledakan pencari kerja, dan masalah lainnya.
2. Mega Trend Dunia
Misalnya budaya masuknya makanan cepat saji mempengaruhi pola konsumsi pangan masyarakat makanan seperti burger, fried chicken hotdog dan lainnya sudah bertebaran luas dimana-dimana dan dikonsumsi dari semua kalangan masyarakat, masuknya barang-barang import mempengaruhi pola konsumsi sandang masyarakat yang selalu ingin tampil modis sesuai trend saat itu belum lagi tas, sepatu, perhiasan, transportasi, dan sebagainya terutama bagi kalangan kelas atas yang menjadi pangsa pasar barang import.
3. Budaya Setempat atau suatu daerah
Budaya setempat sangat mempengaruhi pola konsumsi seseorang, misalnya si A tinggal di kota besar dya berbelanja selalu ke Mall besar memakai barang bermerk belanja dalam 1 bulan gajinya selalu habis. Lalu dya dipindahtugaskan ke kota kecil, karena di kota tersebut belum ada Mall maka si A hanya belanja di Minimarket atau Toko terdekat, dalam 1 bulan uang gajinya bisa sebagian di tabung.
Contoh ke 2 : Pak Harto tinggal di Jawa beliau terbiasa makan nasi dalam kesehariannya, bisa menghabiskan berasa 30 Kg dalam 1 Bulan. Lalu ketika Pak Harto pindah ke NTT, disana notabene pertanian ditanami dengan jagung, maka lama kelamaan Pak Harto lebih sering memakan Jagung sebagai kebutuhan pokok di bandingkan Nasi.
4. Perubahan Iklim
Cuaca sangat mempengaruhi pola konsumsi konsumen, saat cuaca panas maka baju-baju yang tipis akan banyak diminati orang, minuman dan makanan dingin juga banyak terjual, lain halnya jika dimusim hujan yang lebih laku terjual adalah jas hujan, payung, sandal jepit, dsb.
Untuk diluar negeri yang memiliki musim salju atau dingin, akan membuat pedagang mantel bulu laku keras. Inilah bukti betapa iklim sangat mempengaruhi pola konsumsi.

BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah, POLA KONSUMSI merupakan kecenderungan seseorang dalam mengkonsumsi, menghabiskan suatu produk.

Banyak hal yang mempengaruhi seseorang berubah dalam pola konsumsinya baik itu secara internal maupun eksternal. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi seperti Pendapatan, Pendidikan, Kebiasaan, Harga Barang, Mode, Dsb.


Semoga Bermanfaat,,

Salam,, :)

Kamis, 28 Mei 2015

TEORI EKONOMI MIKRO : TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: TEORI NILAI GUNA

Share Bab 7 (Akhirnya selesaii) :)


Konsep
Penyebab konsumen membeli lebih banyak pada harga yang rendah, dan sebaliknya 
Konsumen menentukan jumlah dan komposisi barang yang dibeli dari pendapatan yang diperoleh 

Ada dua pendekatan
1. Pendekatan nilai guna (Utiliti) kardinal 
Yaitu kenikmatan konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif 
2. Pendekatan nilai guna (Utiliti) ordinal
Yaitu kenikmatan konsumen tidak dapat dinyatakan secara kuatitatif 

Teori nilai guna (Utiliti)
Semakin tinggi kepuasan konsumen maka semakin tinggi pula utiliti – nya 
Niali guna ada dua:
1. Nilai guna total 
adalah jumlah seluruh kepuasan 
2. Nilai guna marginal
adalah pertambahan kepuasan sebagai akibat pertambahan penggunaan satu nilai barang 
  
Hipotesa utama dalam nilai guna
Hukum nilai guna yang semakin menurun 

Hukum Utilitas Marjinal yang Semakin Menurun
Ketika jumlah suatu barang yang dikonsumsi meningkat, utilitas marjinal dari barang tersebut cenderung semakin berkurang. 

Utilitas Total dan Utilitas Marginal








PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA
Setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan kepuasan yang dapat dinikmatinya.
Tingkat itu dicapai pada waktu nilai guna total mencapai tingkat maksimum.

SYARAT PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA SECARA ALJABAR

Contoh
Seorang konsumen ingin membeli makanan dan pakaian. Harga makanan adalah 
Rp 600 dan sehelai pakaian berharga Rp. 6000. misalkan pendapatan konsumen 
Adalah Rp.27.000 , berapa banyak makanan dan pakaian yang akan dibelinya 
Untuk memuaskan kepuasannya 


Teori nilai guna dan teori permintaan
Efek Substitusi 
q Ketika harga yang lebih tinggi menyebabkan substitusi barang-barang lain untuk memenuhi kepuasan. 
Efek Pendapatan 
q Peningkatan harga menurunkan pendapatan riil dan mengurangi konsumsi terhadap komoditas yang diinginkan. 

Paradoks nilai
Air adalah barang yang sangat fital dalam kehidupan manusia. Tetapi air harganya murah (ditempat yang makmur) karena  biaya yang dibutuhkan rendah 
Berlian adalah barang yang tidak vital dalam kehidupan manusia. Tetapi berlian harganya mahal karena biaya yang dibutuhkan untuk memproduksinya sangat mahal  

Surplus konsumen
Yaitu kelebihan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen 
contoh diperkirakan harga durian Rp 15.000
tetapi kenyataanya hanya Rp 10.000

dengan demikian terjadi surplus konsumen sebesar Rp 5000




Semoga Bermanfaat,,

Salam,, :)

TEORI EKONOMI MIKRO : APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Rangkumam Bab 6,, :)


Masalah Jangka Panjang  Sektor Pertanian
Didalam perekonomian yang belum berkembang, sektor pertanian penting sekali artinya 
Perkembangan ekonomi sedikit demi sedikit akan mengurangi sektor pertanian yang besar tersebut 
Kemunduran peranan sektor pertanian disebabkan oleh:
1. Pertambahan Permintaan barang Pertanian yang lambat 
2. Kemajuan teknologi di sektor pertanian yang memungkinkan produktivitas yang tinggi 

Pertambahan Permintaan Barang Pertanian Lambat
Kenaikan pendapatan akan menaikkan konsumsi berbagai macam barang termasuk barang industri dan barang pertanian 
Tetapi kenaikan ini tidak berbanding lurus pertambahan konsumsi barang industri biasanya lebih cepat dibanding pertambahan pendapatan (elastisitas pendapatan tinggi) sedangkan permintaan terhadap barang pertanian jauh lebih kecil (elastisitas pendapatan rendah)
Pada tingkat pendapatan yang tinggi hanya sebagian kecil dari pendapatan rumah tangga digunakan untuk membeli barang pertanian 
Dalam jangka panjang perbedaan harga barang industri dan barang pertanian cenderung untuk menjadi semakin lebar 

Kemajuan Teknologi yang pesat
Terjadinya kenaikan produktivitas sebagai akibat dari kemajuan teknologi (terutama sekali produktivitas perorang)
Implikasinya pada sektor pertanian pada negara maju:
1. Mendorong perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri 
2. Kemajuan teknologi menimbulkan masalah kelebihan produksi pertanian 
Jadi jumlah yang dapat diproduksi oleh para petani adalah melebihi daripada yang diperlukan oleh masyarakat 

Masalah Jangka Pendek Sektor Pertanian
Dalam jangka pendek harga hasil hasil pertanian cenderung mengalami naik turun yang relatif besar 
Harga bisa mencapat tingkat di suatu masa dan sebaliknya sangat rendah pada masa berikutnya 
Faktor yang menimbulkan ketidak stabilan 
1. Naik turunnya permintaan 
2. Naik turunnya penawaran 

Ketidak Stabilan yang bersumber dari perubahan Penawaran
Produksi pertanian dipengaruhi oleh faktor alamiah—musim. Menyebabkan tingkat produksi pertanian mengalami perubahan yang relatif besar bila dibandingkan dengan barang industri 
Dalam jangka pendek maupun panjang permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis 
Dalam jangka panjang  karena elastisitas pendapatannya adalah rendah yaitu kenaikan dalam pendapatan hanya menimbulkan kenaikan kecil saja terhadap permintaan 
Dalam jangka pendek karena kebanyakaan produk pertanian merupakan barang kebutuhan pokok harian, yaitu digunkan tiap tiap hari 

Ketidak stabilan yang ditimbulkan oleh perubahan permintaan
Barang-barang pertanian cenderung mengalami perubahan harga yang lebih besar daripada harga barang-barang industri tidak elastis 
Faktor yang menyebabkan penawaran terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis:
1. Dihasilkan secara bermusim 
2. Kapasitas produksi cenderung untuk mencapai tingakat yang tinggi 
3. Beberapa tanaman perlu waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan 
Hal ini diikuti dengan ketidakelastisan permintaannya pula sehingga menyebabkan perubahan harga yang sangat besar apabila terjadi perubahan permintaan 

Permintaan, Pendapatan dan Penggunaan Tenaga Kerja
Untuk kegiatan pertanian, perubahan permintaan lebih mempengaruhi pendapatan daripada kesempatan kerja 
Untuk kegiatan industri perubahan permintaan lebih mempengaruhi kesempatan kerja sedangkan pendapatan tidak mengalami perubahan sebesar pada sektor pertanian 

Beberapa Cara Untuk Menstabilkan Harga dan Pendapatan Pertanian
1. Membatasi Jumlah Produksi 
2. Capur Tangan dalam Pembeliaan 
3. Menstabilkan harga pada keseimbangan Pasar Bebas 
4. Menetapkan harga yang lebih tinggi dari Harga keseimbangan 
5. Menstabilkan pendapatan denan subsidi 
6. Kebijakan harga Maksimum 

Pengaruh Pajak Penjualan
Pajak Penjualan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah dan dibayarkan pada waktu jual belie ke atas barang yang dikenakan pajak penjualan itu dilakukan 
Insiden Pajak dan Elastisitas Permintaan 
1. Semakin elastis kurva permintaan semakin sedikit beban pajak yang akan ditanggung oleh para pembeli 
2. Semakin elastis kurva permintaan semakin banyak penurunan jumlah barang yang diperjualbelikan 
Insiden Pajak dan Elastisitas Penawaran 
1. Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak beban pajak penjualan yang akan ditanggung pembeli 
2. Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak pengurangan jumlah barang yang diperjualbelikan 

Efek Subsidi Pemerintah
Subsidi dan Elastisitas Permintaan 
1. Semakin elastis permintaan, semakin besar bagian subsidi yang akan diperoleh penjual 
2. Semakin Elastis permintaan, semakin banyak pertambahan jumlah barang yang diperjualbelikan 
Subsidi dan Elastisitas Penawaran 
1. Semakin Elastis Penawaran, semakin kecil bagian dari subsidi yang akan diperoleh penjual 
2. Semakin elastis penawaran, semakin banyak pertambahan jumlah barang yang diperjual belikan 


Semoga Bermanfaat,,

Salam,, :)

TEORI EKONOMI MIKRO : Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Lanjuttt Share Bab 5,, :)


Pendahuluan
ELASTISITAS: Persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variabel yang menentukan permintaan sebesar 1 %. 
Apabila perubahan harga yang kecil menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang yang diminta barang sangat responsif terhadap perubahan hargaè elastis 
Apabila perubahan harga yang besar tidak  menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang yang diminta barang tidak responsif terhadap perubahan hargaè tidak elastis 

Jenis Elastisitas Permintaan
Elastisitas Permintaan harga 
Elastisitas Permintaan Pendapatan 
• Elastisitas Permintaan Silang

Elastisitas Permintaan Harga
“Nilai perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan persentasi perubahan harga”
Koefisien elastisitas permintaan: suatu angka penunjuk yang menggambarkan sampai berapa besarkah perubahan jumlah barang yang diminta apabila dibandingkan dengan perubahan harga 

Rumus koefisien Elastisitas

Kurva Permintaan dan Elastisitas Permintaan

Tingkat Elastisitas Permintaan

Tingkat Elastisitas Permintaan


Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
1. Banyaknya Barang Pengganti yang tersedia 
Bila suatu barang mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya cenderung untuk bersifat elastis 
Bila suatu barang cenderung tidak mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya adalah tidak elastis 
Semakin banyak jenis barang pengganti semain elastis permintaannya 
2. Persentase pendapatan yang dibelanjakan 
Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli sesuatu barang, semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut 
3. Jangka waktu Analisis 
Semakin lama jangka waktu dimana permintaan itu dianalisis, semakin elastis sifat permintaan sesuatu barang 

Elastisitas Permintaan Silang
Koefisien yang menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu brang apabila terjadi perubahan terhadap harga barang lain 

Elastisitas Permintaan Pendapatan
Koefisien yang menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu barang sebagai akibat daripada perubahan pendapatan pembeli 
Elastisitas Penawaran
Koefisien yang mengukur tingkat responsi penawaran sebagai akibat dari perubahan harga 

Tingkat Elastisitas Penawaran

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran
1. Sifat Perubahan Biaya Produksi 
Penawaran akan bersifat tidak elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi 
Penawaran akan bersifat elastis apabila penawaran dapat ditambah dengan biaya tambahan yang tidak terlalu besar 
2. Jangka waktu Analisis 
Masa amat singkat (tidak elastis sempurna)
Jangka Pendek  (tidak elastis)

Jangka panjang (elastis) 

Semoga Bermanfaat,,

Salam,, :)

Rabu, 27 Mei 2015

TEORI EKONOMI MIKRO : Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

Lanjuttt ke Bab 4,,Agak Ribeett,, :')

Pendahuluan
Berbicara tentang interaksi antara pembeli dengan penjual 
Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaan para pembeli terhadap sesuatu barang. 
Teori Penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan sesuatu barang yang akan dijualnya. 
Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan penawaran oleh penjual akan ditunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual, akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan 

Teori Permintaan
Teori Permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga 
Beberapa penentu permintaan:
1. Harga barang itu sendiri 
2. Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut 
3. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat 
4. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat 
5. Cita rasa masyarakat 
6. Jumlah penduduk 
7. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang 

Asumsi
Permintaan suatu barang dipengaruhi oleh tingkat harganya 
Faktor-faktor lain dianggap tidak mengalami perubahan/cateris paribus 

Harga & Permintaan
Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya.

Hukum permintaan:
“ Makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut”
Alasan:
1. Kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang digunakan sebagai pengganti 
2. Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil berkurang 

Daftar Permintaan
Suatu tabel yang memberikan gambaran dalam angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat 

Kurva Permintaan
Kurva permintaan berbagai  jenis barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah (hubungan negatif)

• Permintaan keseluruhan daripada hubungan harga dan jumlah permintaan 
• jumlah permintaan adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu 

Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar

Harga Barang Lain
Barang Pengganti 
Apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut 
Barang Pelengkap 
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya 
Barang Netral 
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat 

Pendapatan Para Pembeli
Berdasarkan sidat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, barang dibedakan:
Barang Inferior
Barang yang banyak diminta oleh orang yang berpendapatan rendah 
Barang Esensial 
Barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari 
Barang Normal
Suatu baran yang akan mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat kenaikan pendapatan 
Barang Mewah 
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi 

Faktor-Faktor yang lain
Distribusi Pendapatan 
Cita rasa masyarakat 
Jumlah Penduduk 
Ekspektasi tentang masa depan 

GERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN

Teori Penawaran
Penentu-Penentu Penawaran 
1. Harga Barang itu sendiri 
2. Harga barang-barang lain
3. Biaya Produksi 
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut 
5. Tingkat teknologi yang digunakan 
Asumsi: selain harga barang itu sender, faktor yang lain dianggap tetap (cateris paribus) 

Hukum Penawaran
“ Hukum Penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa semakin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga sesuatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan” 

Daftar Penawaran

Gambaran yang menunjukkan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga 

Kurva Penawaran
Adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga sesuatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan 

Kurva penawaran menaik dari kiri bawah ke kanan atas 
Penawaran Keseluruhan kurva penawaran 
jumlah barang yang ditawarkan  adalah jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu 

Pengaruh faktor bukan harga terhadap penawaran
• Harga barang lain
• Biaya untuk memperoleh faktor produksi 
• Tujuan perusahaan 
• Tingkat teknologi

Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan Pergeseran Kurva Penawaran

Keseimbangan Pasar (Ekuilibrium)
Keadaan pasar dalam keadaan seimbang: apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut 

KESEIMBANGAN SECARA GRAFIK

KESEIMBANGAN SECARA MATEMATIKA
• Persamaan permintaan :
       Qd  = c - dP 
• Persamaan penawaran:
       Qs  = -m+nP 

MODEL MATEMATIKA DALAM MIKROEKONOMI
1. Variabel ekonomi diukur secara kuantitatif.
2. Bentuk persamaan matematik lebih efisien menggambarkan hubungan variabel ekonomi.
3. Bahasa matematik merupakan pernyataan yang sederhana.

KESEIMBANGAN SECARA MATEMATIKA
C = suatu angka tetap (positif)
d = kecondongan kurva permintaan 
m = suatu angka tetap (negatif)
n = kecondongan kurva penawaran 
Qd  = kuantitas yang diminta 
Qs = kuantitas yang ditawarkan 

PERUBAHAN KESEIMBANGAN
1. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan).
2. Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
3. Penawaran bertambah (kurva penawaran ke kanan)
4. Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri) 

Pergeseran Keseimbangan


Efek pertambahan permintaan 


Efek Pertambahan penawaran 

Pergeseran Keseimbangan




Semoga Bermanfaat,,

Salam,, :)

PRILAKU KONSUMEN : Segmentasi Pasar

Yukk, Lanjut ke Bab 3,, :D Segmentasi Pasar : Proses membagi pasar potensial menjadi kelompok konsumen yang berbeda beda dan memilih sat...